1. Vissa dan Elva

351 Words
JANI             Susah ternyata punya nama belakang Sambadha dan menuntut ilmu di Sambadha University. Ya bayangin coy! Namamu samaan sama nama universitas.             Orang bilang jadi bagian dari keluarga Sambadha itu enak. Iya enak, serba ada. But, untuk anak kuliahan macem aku, ohhhh it's a hell in earth, dude!             Aku tau aku gak sepinter kembaranku. Aku tau masuk universitas ini seleksinya ketat, aku bisa masuk pun karena Isi (panggilan sayangku untuk Vissa) disuruh Mami jadi joki ujian pas seleksi masuk sementara aku duduk santai di rumah sambil main The Sims.             Kacau kan? Yaa keluargaku emang kacau. Tapi untunglah aku masih punya.             "Pi, Jani mendingan ikut papi meeting kemana-mana deh daripada kuliah. Kan kalo ngikut udah tau langsung prakteknya." Pintaku pada Papi.             "Nak, kuliah tuh penting, biar kamu punya dasar dulu." Ujar Papi.             "Kan Papi bisa ajarin Jani nanti." Kataku.             Papi menghela nafas panjang, lalu diam, seperti memikirkan sesuatu yang berat.             "Apa?" Tuntutku.             "Elva, sayang, senggaknya lulus dulu, baru Papi ajak, oke? Gak apa nilai di transkipnya C semua, atau D atau Z sekalian, terserah, Papi cuma mau liat kamu lulus. Bawa nanti ijazah kamu ke Papi, langsung Papi ajak kamu kemanapun." Peraturan sudah ditetapkan.             Intinya aku harus kuliah. Huh! Kalo aku bukan keluarga Sambadha, pasti aku sekarang udah lari ke sekertariat kampus untuk beli ijazah! Sayangnya, gak bisa. Aku sudah dikenali sebagai Elva Sambadha, sekalipun aku lebih suka dipanggil Jani.             So, you guys! Please, call me Jani! ●○●○● VISSA             "Kak Gara!" seruku sambil berlari dari dalam rumah mengejar Kakak sepupuku itu.             Untunglah yang kupanggil menoleh dan menghentikan langkahnya. Ia tersenyum menungguku.             "Kenapa, dek?" Tanya Kak Gara saat aku sudah berada di dekatnya.             "Kak Gara mau kemana? Vissa mau curhat, mau ngobrol."             "Duh dek, nanti ya, ada yang mau Kakak urusin!" Serunya langsung berbalik lalu masuk ke mobilnya. Menjauh dariku.             Huftt. Semua nih gara-gara Papi! Segala namain aku Jinora, jadi aja banyak orang manggil aku Jino. Padahal kan nama panggilan dari keluargaku bagus (Vissa), ehh malahan jadi Jino. Si Elva kunyuk lain lagi, manggilnya Isi. Dikata aku isian makanan?? Gak bener emang! ●○●○●○●
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD