Epilog

1081 Kata

Bintang tersenyum. Tubuh mungilnya terduduk di pinggir ranjang. Menatap Langit yang tidak percaya dengan kehadirannya. "Bintang?" Cengiran gadis itu semakin lebar. "Apa kabar, Kak Langit?" Langit tersenyum mendengar suara lembut Bintang membelai telinganya. "Aku baik, Bintang. Selalu baik." Bintang tahu, Langitnya berbohong. Sorot mata laki-laki itu masih terasa sendu tiap kali Bintang menangkapnya.  Langitnya telah berubah. Penampilannya menjadi lebih dewasa, tapi tetap tampan seperti dulu. Potongan rambutnya pun berbeda. Terlihat lebih segar dan matang. Semua itu seolah menandakan bahwa Bintang telah begitu lama pergi dari Langit malamnya. Berbeda dengan sang Langit, si Bintang mungil itu justru masih sama seperti saat keduanya dipertemukan. Bintang malam ini terlihat segar dan seh

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN