Adakah yang ingin dibahagiakan oleh semu? Nyatanya kejujuran yang pahit terasa lebih bernilai dibanding kamuflase. Bintang berlari-lari kecil menghampiri toko pernak-pernik. Didapatinya berbagai kalung berbandul unik yang membuat Bintang ingin membelinya. Meskipun Langit tidak turut berlari, langkah lebar laki-laki itu sanggup menghapus jaraknya pada Bintang dengan cepat. Dirangkulnya gadis mungil yang tengah asyik memilih kalung berbandul lucu di tangannya. “Kak Langit suka nggak?” tanya Bintang sambil menunjukkan kalung berbandul bintang. Langit hanya mengernyit, namun tidak urung menangguk. Bintang memekik senang. “Yeay! Bintang ambil ini ya. Hmm, sama apa ya?” telunjuk mungil gadis itu mengetuk-ngetuk dagunya. “Nggak ada bandul langit, Kak! Piano juga nggak ada. Jadinya Bintang

