Sinto kembali ke apartemennya sambil membawa foto itu. Isaac Hilton rupanya yang mengganggu pikiran Lucas. Sinto pun akan merasa terganggu kalau di sekitarnya ada seorang Isaac Hilton. Tapi Sinto tak habis pikir. Hanya karena wanita, pria sekelas Lucas sampai meminta bantuan kepada seorang pendosa besar seperti Sinto. Pria itu mendengus ketika melihat foto itu lagi. Ia menghembus permen karetnya menjadi balon sampai permen di mulutnya itu pecah. Ini menarik. Proyek ini menarik untuknya. Tapi ia tidak tahu celah apa yang Isaac punya. Setidaknya celah untuk menghancurkan perusahaan Isaac. Sinto menoleh pada kekasihnya yang sedang duduk manis, menonton TV di ruang sebelahnya. "Sayang, bisa kesini sebentar?" Kekasihnya menoleh lalu berdiri dan menghampiri Sinto. "Apa kau kenal ini?" Tanya

