Isaac termenung dengan segelas gin di tangannya. Lagi-lagi ia memaksa dirinya untuk melupakan kesedihannya dengan alkohol. Ia menoleh kepada Agatha yang tertidur di kamar sebelah. Wajahnya tenang dalam rengkuhan bantal-bantal yang ia posisikan memeluk seluruh badannya. Isaac beranjak berdiri dan berjalan gontai menuju kasur. Ia menjatuhkan tubuhnya keras-keras ke sebelah Agatha, membangunkan gadis itu. "Isaac. Hai," sapanya sambil mengucek mata dan meregangkan badannya. Isaac tersenyum lebar ketika gelas bergulir jatuh dari tangannya yang ia pindahkan ke atas tubuh Agatha. "Aku kangen." Katanya. "Dimana temanmu?" "Dia tidak jadi menginap. Katanya ia harus kembali karena perlu mengurus adiknya." Isaac menengadah kepada Agatha dan memasang wajah memelas, "awee untung aku kesini. 'Kan kasi

