BAGIAN 16

2463 Kata

Tatapannya menerawang menatap ke arah luar jendela, sedangkan pikirannya entah melayang kemana. Pagi itu... Yuren menyenderkan punggungnya di kepala ranjang, kedua matanya tampak menikmati keindahan pagi ini dari luar jendela namun sebenarnya tidak. Jika diperhatikan dengan seksama, terlihat tatapannya kosong. Pikirannya melayang ke masa lalunya, disaat dia masih menghabiskan hari-harinya bersama pria yang tulus mencintainya akan tetapi dengan kejamnya telah dia khianati.  Sesekali bibirnya mengulum senyum tatkala kenangan indah bersama sang suami menelusup masuk ke dalam ingatannya. Namun senyumannya sirna seketika saat mimpi buruknya beberapa malam ini kembali membayangi.  “Maafkan aku...” Lirihnya entah pada siapa, namun sorot matanya kentara sekali dia bersungguh-sungguh dengan ucapa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN