Alpha Zayd tengah duduk di kursi kebesarannya di dalam ruang kerjanya. Beberapa kertas bertumpuk di atas mejanya, dia baca satu persatu tulisan yang tertera di kertas-kertas itu. Fokusnya terganggu ketika telinga tajamnya mendengar suara ketukan pintu. “Masuk !!” teriaknya, mengizinkan sang pengetuk pintu untuk masuk ke dalam ruangannya. Sosok sang Beta, Arthur muncul dari balik pintu. Dia membungkuk hormat sebelum mengeluarkan suaranya. Meski mereka bersahabat sejak dulu, namun posisi Zayd yang lebih tinggi darinya membuat Arthur tak pernah lupa untuk memberikan penghormatannya dikala dirinya menemui sang Alpha. “Maaf mengganggu pekerjaanmu.” ucapnya membuka suara. Zayd menopang dagunya dengan kedua tangannya yang dia tumpu di atas meja. Pandangannya menusuk ke arah Arthur. “Tida

