Hie terperanjat kaget hingga nyaris menjatuhkan pedang dalam genggamannya ketika suara gebrakan dari arah pintu kamarnya terdengar. Dia mendengus sebal mendapati teman sekamarnya, Ared yang muncul dari balik pintu dengan napas terengah-engah. Hie memasang wajah tak peduli dan kembali melakukan aktivitas awalnya yaitu membersihkan bilah pedangnya dengan kain lap di tangannya. Dia duduk santai di atas tempat tidurnya, wajahnya terlihat serius menekuni kegiatan yang sedang dilakukannya. “Hie...” panggil Ared yang dibalas gumaman oleh Hie. “Coba tebak di luar ada siapa yang mencarimu?” lanjutnya. Hie kembali mendengus, dia sudah bisa menebak siapa gerangan orang yang dimaksud oleh Ared. “Mau apa Karen pagi-pagi buta begini mencariku? Jam berangkat sekolahnya kan masih lama?” sahutnya cue

