Dia Tidak Percaya Kepadaku Lagi

2527 Kata
*** Minggu pagi di atap Dorm*** Bugh Bugh Bugh Lea memukul sandsack tinju dengan penuh tenaga dan amarah. “ aku bukan gadis murahan” Bugh “ aku bukan simpanan om-om” Bugh “ aku gak pernah khianatin….” “ Ya! Lea kamu kenapa?”. JK tiba-tiba muncul dengan kaos hitam pendek dan celana pendek rambutnya sedikit berantakan namun dia terlihat sangat tampan. “ diam kookie”. Lea berbalik menatap JK . Bugh . lea melanjutkan memukul sandsack di depannya. “ oh. Kamu lagi kesal yaa?”. JK mendekati lea yang focus memukul sandsack di depannya. Ia mengamati wajah cantik lea, keringat mengalir di wajah lea yang mulus. “ aku bukan gadis gampangan”. Bugh “ kalian gak tau apa-apa soal hidupku”. Bugh “Ya! Lea ada apa sih?”. JK menghentikan lea memukul sandsacknya. “ Aihss.. Aku lagi marah JK”. Lea menatap JK kesal. “ ya marah kenapa?”. JK semakin penasaran, ia tak pernah melihat lea semarah ini sebelumnya. Lea mendorong Jk ke samping lalu mulai memukuli sandsacknya kembali. “ semua staff gosipin aku bahkan posting foto aku dengan caption w************n di akun sosmed”. Bugh satu pukulan keras mendarat di sandsack. Sejak kemarin lea menahan kekesalannya karena ia selalu di bully di kantornya, dan tadi pagi saat bangun tidur ia tak sengaja membuka akun IGnya dan foto dirinya telah muncul di akun IG lambe turah dengan caption w************n. Betapa terkejut dan marahnya dia, sehingga ia melampiaskan amarahnya dengan berolah raga. “ apa? Siapa yang gosipin kamu?”. Jk semakin penasaran sekaligus menahan tawa melihat wajah lea merah madam, yang terlihat lucu di mata JK. “ aku di bully di kantor, di siram kopi, di katain pelacur.. argghhhh. Pengen aku tabok tuh orang-orang”. Lea sangat kesal dan mulai meracau. Bugh “Bilang siapa yang ngebully kamu? Biar aku kasih pelajaran”. JK ikut geram mendengar curhatan lea. “ Para staff wanita”. "Bugh"lea masih gigih memukul sandsack. Jungkook melongo mendengar ucapan lea, mana mungin dia ngasih pelajaran satu persatu ke para staff wanita sehingga membuatnya hanya bisa diam sembari menggaruk kepalanya. Lea kemudian beralih melakukan olahraga Skipping (lompat tali) begitu pula dengan JK ia meniru lea melakukan skipping. JK tak henti menatap lea yang terlihat sangat imut saat sedang kesal, membuat pria bergigi kelinci itu sesekali tersenyum sipul. “ kemarin juga ada yang labrak aku gara-gara aku ngopi bareng member TXT”. Lanjut lea dengan nafas ngosngosan. “ hah? Kamu kenal mereka?”. JK sedikit heran “ iya iyalah, mereka junior aku di kampus. Aku lebih dulu kenal mereka ketimbang kamu”. Lea melirik JK. “ mereka iri sama kamu kali, kamu cantik dan kenal banyak idol pula”. Sahut JK polos “ arrghhhhhh.. ingin ku teriak”. Ucap lea kemudian menambah kecepatan skippingnya. “Yak! Kalian ngapain sih?”. Jin tiba-tiba nongol sembari berkacak pinggang membuat mereka menghentikan aktifitas loncat-loncatnya. “ olahraga lah hyung”. Jawab JK polos “ aihs. olahraga di luar sono, rumah berasa mau roboh gara-gara kalian loncat-loncat kayak gitu. Ngeganggu member lain yang lagi tidur juga”. Ucap jin kesal, karena dirinnya terbangun gara-gara duo mahluk ini. “ si lea ini lagi bad mood hyung”. Bela JK “ hm. Lea kalo lagi bad mood mending sono lu lari aja keliling komplek atau gak keliling seoul sekalian biar bad moodnya hilang”. Jin mulai mengoceh “ oh. Ide bagus oppa”. lea menoleh kearah JK . “ ayo kookie”. Lea menarik tangan JK dan berlari menuruni tangga menerobos jin yang berdiri di ambang pintu. “ kemana lea?”. JK bingung namun pasrah saja mengikuti lea berlari dengan tangannya masih lea genggam. “ jogging keliling seoul”. Jawab lea polos dan terus berlari keluar dorm. “ kau gila ya”. JK meninggikan suaranya, namun lea tak peduli dia terus menyeret JK berlari hingga dorm saja sudah tak terlihat. *** 3 Jam kemudian di dorm *** Para member berkumpul di ruang tamu dengan kesibukan masing-masing, jimin dan taehyung asyik dengan bermain game di komputer. Suga duduk anteng di pojokan sambil memetik gitarnya. J-hope dan jin asyik ngemil sambil menonton TV sedangkan RM duduk anteng di sebelah suga dengan sebuah buku di tangannya. “ hyung mulai tadi pagi aku gak kelihatan JK sama lea, kemana mereka?”. J-hope mulai menyadari bahwa dua mahkluk itu tak Nampak sejak pagi. “ benar. Lea ku kemana? Di kamarnya gak ada “. Taehyung sontak menghentikan akfitasnya dan mulai menatap kearah jin. Pasalnya semua member tahu jin adalah member yang selalu bangun lebih awal dari yang lain. Sehingga mereka yakin jin pasti tau keberadaan dua mahluk itu. “ oh. Lea dan JK…..” belum selesai jin beerbicara ada suara cukup keras dari arah pintu. BRUUUUUUUKKKKKKKKKKK “ kamjagiya”. J-hope terkejut, ada sesuatu yang terjatuh “ ada apa woy?”. Jimin juga terkejut. “ itu mereka”. jin menunjuk lea dan Jk yang sudah ambruk di ambang pintu. “ Kalian kenapa?”. J-hope berdiri sembari menahan tawa meihat keadaan lea dan JK yang sangat berantakan. Rambut acak-acakan dan baju penuh keringat, wajah mereka juga sudah terlihat pucat seperti mayat hidup. Mereka berjalan tertatih tatih ke depan tv lalu tepar. Semua member menatap mereka heran,namun J-hope sudah tak dapat menahan tawanya, mereka terlihat sangat lucu di matanya. “ hyung.. kaki gue”. Suara JK serak dan lemas. “ oppa,, aku masih hidupkan?”. Kini lea menatap jin dan J-hope bergantian dengan wajah pucat. “ ya kalian kenapa sih?”. Taehyung berjongkok menatap lea yang tekapar lemas dengan keringat membasahi seluruh tubuhnya begitu pula JK. “ gara-gara ide jin oppa nih”. Celetuk lea. semua member mengerubungi mereka termasuk suga yang dari tadi memang sebenarnya bertanya-tanya tentang keberadaan lea. “ hah, apa maksudmu?”. Sahut jin “ kita habis jogging keliling seoul, kan jin hyung tadi yang nyuruh”. Ucap JK “ apa?”. Semua orang terkejut. “ aihss. Dasar bodoh!”. Jin menjitak dahi lea dan JK bergantian kemudian menceritakan kronologi kejadian tadi pagi di atas atap dorm, membuat Semua orang tertawa pingkal melihat kepolosan dua mahluk ini. “ aigoo... lea sayang sini aku pijitin kakinya”. Taehyung memijit kaki lea. sedangkan jimin memijit kaki JK yang juga terasa mati rasa. “ aigooo.. kalian terlalu polos. Cocok dah kalian. Umur sama kelakuan sama pula”. Sahut RM sembari tertawa kecil gemas melihat tingkah lea dan JK. “Yak. Hyung lea itu cocoknya sama aku”. Bantah taehyung sembari memijat kaki lea, sedang lea sudah tak punya tenaga untuk meladeni mereka ia memilih memejamkan matanya. “ nih minum, biar kalian bertenaga lagi”. Jin memberikan minuman isotonic kepada lea dan JK. merekapun meminumnya tanpa sepatah kata. “ aihss. Dasar bodoh!”. Celetuk suga kemudian kembali duduk dan bermain gitar. Sebenarnya ia tadi sempat tertawa samar melihat lea yang terlihat sangat imut, namun ia menutupinya. Pria ini memang penuh dengan gengsi. “ awww..oppa jangan sentuh kakiku”. Lea tiba-tiba berteriak. “ wae? Wae? ”. Taehyung panic. ‘ jangan sentuh”. Lea menatap semua orang yang berada di sana. “aaaaaaarghh.. KOOOKKIIIEE”. Tanpa kata JK dengan usilnya mencengkram kuat kaki lea membuat si empunya berteriak kencang. “ biar kramnya segera hilang”. JK terkekeh yang mendapatkan tendangan dari lea membuat semua orang tertawa melihat kedua mahluk itu bergelud. *** Jam 3 sore *** “ huaaaa…”. Lea meregangkan otot-otot tanganya yang terasa sangat pegal akibat olahraga tadi pagi. Ia melangkahkan kaki keluar kamar menuju ke dapur. “ oh. Oppa sedang apa kau?”. Lea terkejut melihat jin dan suga yang mengacak-ngacak kulkas. “ ah. Kau sudah bangun?”. Jin menoleh kearah lea, sedangkan suga hanya meliriknya saja. “ yoongi sepertinya bahan makanan kita sudah habis, sebaiknya kita belanja, nanti juga kita akan mengadakan home party”. Ucap jin sambil mencatat bahan makanan yang ingin di beli. Lea hanya diam sembari meneguk air di tangannya. “ lea maukah kau membantu kita belanja?”. Jin menoleh kearah lea, membuat gadis itu tersedak. “ uhuk….”. lea sedikit terkejut. “ ah. Baiklah”. Sahutnya sedikit ragu. “ oke. Yoongi—aahh temani lea ke supermarket. Aku akan memasak sisa bahan ini”. Jin melirik kearah suga. “ harus aku hyung”. Jawab suga malas, kemudian melirik sinis kearah lea. “ iya iyalah, yang ada sekarang kan cuma kamu”. Jin sedikit kesal. “ Arraseo ”. Jawab suga sembari memutar kedua bola matanya malas. Beberapa menit kemudian mereka telah bersiap untuk pergi ke supermarket lengkap dengan masker di mulutnya. Mereka berdua telah duduk di mobil, kali ini suga yang menyetir. Mereka pergi menggunakan mobil pribadi suga. Sebenarnya jantung lea sedari tadi sudah berdebar hebat, ia juga merasa senang namun sedikit gugup juga, ia berpikir mungkin ini kesempatannya untuk bisa berbincang serius dengan suga. Begitupula min yoongi ia merasakan hal yang sama, namun ia enggan untuk membuka mulut untuk memulai percakapan. Ia memilih bungkam dengan ekspresi dingin dan datar. Perjalanan mereka begitu canggung, tidak ada percakapan yang terdengar hanya suara mesin mobil. “ ekhem”. Lea berdeham, ia tak tahan dengan suasana yang begitu dingin ini. Namun yoongi tak menghiraukannya. “ ya! oppa, kenapa kau diam?”. Sahut lea kesal. “ wae ?”. Ucap yoongi malas “ hm. Kau sangat membenciku yaa?”. Lea menatap kearah yoongi. pria itu diam tak menjawab. “ aihss.. kau bahkan tak ingin mendengar penjelasanku”. Lanjut lea, ia sudah tak bisa menahannya lagi. “ ya! Lea,, cukup”. Ucap yoongi. pria itu enggan untuk membahasa masa lalu. “ Yak! Min yoongi. beri aku kesempatan untuk menjelaskan apa yang terjadi padaku”. Teriak lea kesal. “ hm. Apa yang akan kau jelaskan?”. Yoongi tiba-tiba menghentikan mobilnya di pinggir jalan kemudian menatap lea tajam. “ aku tidak mengingkari janjiku, malam itu aku akan menemuimu tapi aku mengalami kecelakaan”. Lanjut lea dengan sorot mata yang mulai berkaca-kaca. “ jangan mengada-ngada kau”. Suga meninggikan suaranya masih tak percaya. “ hm. Kau memang sudah tak mempercayaiku”. lea sangat kecewa. “ bagaimana bisa aku percaya? Saat kau menghilang aku mencarimu seperti orang gila namun aku melihatmu malah bermesraan dengan park seo joon. Kau tau betapa sakit dan hancurnya aku”. Balas yoongi meninggikan suaranya dengan penuh penekanan. “ aku amnesia”. Balas lea dengan netra yang sudah basah. Suga terdiam mendengar ucapan lea, hatinya seperti tertusuk sebilah pisau. hatinya sakit dan tak percaya dengan ucapan lea. “ hah? Kau pandai sekali berbohong”. Sahut suga sinis. “ hm. Berpikirlah sesukamu”. Lea menarik nafas dalam. Ia sudah tak tahan lagi, ia membuka pintu mobil kemudian ia keluar dari mobil tersebut. Dia memilih untuk pergi meninggalkan suga, situasi itu sungguh menyesakkan untuknya. Ia begitu sakit, suga masih tak mempercayainya. Sedangkan suga juga terlihat kesal ia menghentakkan tangannya ke setir mobilnya. Ia sangat terkejut dengan pengakuan lea, namun ia masih belum bisa mencerna semua itu dengan baik, hatinya belum sepenuhnya percaya dengan ucapan lea. Lea berjalan tak tentu arah dengan netra yang terus menerus mengeluarkan bulir air mata, hatinya begitu sakit. Rasanya tidak dipercaya oleh orang yang selama ini kita cintai itu sangatlah menyesakkan. Banyak orang menatap lea, namun gadis itu tak menghiraukannya ia terus melangkahkan kakinya, entah kemana ia akan pergi. Kepalanya begitu mendidih dan hatinya begitu sakit, ia hanya bisa menangis menahan semua rasa sakit itu. beberapa saat kemudian kakinya terhenti, di depannya telah terbentang luas perairan. Iya itu adalah sungai han, lea berteriak sekuat tenaga untuk mengeluarkan segala rasa sakit yang tak bisa ia ungkapkan. Dadanya begitu sesak, ia sedikit lega telah menjelaskan situasinya saat itu kepada suga namun juga begitu sakit dengan sikap suga yang tak mempercayainya, bahkan pria itu tak menngejarnya atau mencegahnya pergi. situasi ini benar benar membuat lea kesal dan kecewa. *** 1 jam kemudian *** “ aku pulang”. suga memasuki dorm dengan menenteng 2 kresek besar penuh dengan bahan makanan. “ oh. Sudah datang rupanya”. Jin menoleh dan sesekali mencari keberadaan lea yang tak juga muncul. “ lea kemana?”. Jin menatap suga tajam, membuat pria itu gelagapan. “ oh.. anu.. dia pergi ”. Suga kemudian bergegas menaiki tangga menuju kamarnya. “ lea tadi pergi bersama suga hyung?”. Taehyung yang mendengar percakapan kedua hyugnnya itu sontak langsung menghampiri jin. ‘ iyaa. Dia tadi belanja bersama yoongi”. ucap jin menatap taehyung bingung. “ Aissh..” taehyung berdecak, kemudian bergegas pergi. Ia merasakan firasat buruk tentang lea. “ wae? Wae? Ada apa taehyung?”. jin bingung melihat sikap taehyung yang tiba-tiba berlari keluar, namun taehyung tak menggubris perkataan jin. Taehyung sudah berada di belakang kemudinya, ia mulai melajukan mobilnya. dengan tangan kiri sibuk memencet benda pipih yang ia pegang. Ia mencoba menghubungi lea namun yang ada hanya jawaban dari operator . “ ah. Kemana kau lea?”. taehyung mulai khawatir, ia yakin pasti ada sesuatu yang terjadi antara lea dan suga tadi. Lea tak akan menghilang seperti ini jika tidak terjadi apa-apa. Taehyung kembali mencoba menghubungi lea, namun lagi-lagi tak ada jawaban. Ia menyusuri jalanan kota seoul dengan netra melihat kanan kiri berharap menemukan gadis itu. sudah 30 menit taehyung mencari lea namun belum juga ketemu. Akhirnya ia memilih menghentikan mobilnya kemudian ia menghubungi seorang temannya. Tut tut tut… “Yeoboseo”. Seseorang menjawab panggilan taehyung. “ oh min jae-aah. Ini aku v”. jawab taehyung “ ada apa hyung?”. sahut kim min jae “ bisakah kau membantuku melacak keberadaan seseorang?”. Ucap v “ tentu. Kirimkan nomer hpnya”. Sahut min jae “ baik. Akan aku kirim. Terima kasih”. V sedikit lega “ iyaa sama-sama”. Dan sambungan itu terputus. Taehyung langsung mengirimkan nomer lea kepada Min jaee. Kim min jae merupakan teman taehyung yang berprofesi sebagai hacker, ia pandai meretas dan menemukan orang melalui ke ahliannya itu. Taehyung memilih untuk keluar dari mobilnya, ia berniat untuk berjalan kaki menyusuri jalanan untuk menemukan lea. Drrttt DRttt.. hp taehyung bergetar, nampaknya ia menerima sebuah pesan. Iapun bergegas membuka pesan itu dan ternyata itu pesan dari min jae yang mengirimkan lokasi keberadaan lea. taehyungpun berlari, nampaknya lokasinya tak jauh dari tempat ia berada sekarang. “ Lea..”. Teriak taehyung sedikit ngosngosan, namun ia lega melihat lea yang tengah duduk di tepi sungai han. Lea menoleh dan matanya sudah Nampak sembab penuh air mata, dan taehyung sudah menduga bahwa lea sedang tidak baik-baik saja. “ Oppa”. suara lea sedikit serak, ia menatap taehyung yang tengah berdiri di sampingnya. Tanpa kata taehyung memeluk gadis tersebut. Lea semakin terisak. “Hikss.. Hiksss Hikkss”. Pundak lea bergetar, taehyung menepuk-nepuk punggung lea untuk menenangkan gadis tersebut. Ceruk leher taehyung terasa panas, air mata lea membasahi ceruk lehernya. Taehyung menyentuh wajah cantik lea, ia menatapnya begitu dalam. Hatinya begitu sedih melihat mata yang biasa berbinar itu kini penuh kesedihan. “ sudahlah. Kau sudah berusaha”. Taehyung masih menantap wajah lea dalam. “ dia sudah tak mempercayaiku”. Lea malah semakin menangis, membuat taehyung bingung. “ sudahlah. Kau sudah menjelaskannya bukan? Jika dia tidak percaya. Sudahlah bukan salahmu”. Taehyung mengusap air mata lea. “ kau terlihat jelek jika seperti ini”. Ucap taehyung sembari tersenyum samar. Lea mengusap air matanya. “ benar, aku sudah berusaha. Selebihnya biarkan waktu yang menyelesaikan”. Lea menarik nafas dalam. “ gadis pintar”. Taehyung mengelus pucuk kepala lea, membuat lea merasa lebih tenang. Berkat taehyung, lea tak pernah merasa kesepian. Pria itu selalu saja hadir di saat lea membutuhkan seseorang untuk membuat hatinya hangat. “ ayo pulang”. taehyung memegang tangan lea kemudian berjalan menuju mobil, lea mengikuti langkah taehyung. Walaupun akhirnya menyakitkan, lea tidak pernah menyesal. Ia tidak juga membenci min yoongi, wajar jika yoongi tidak mempercayainya karena ia pikir dirinya juga sangat terlambat menemui yoongi. Ia juga sudah lega menjelaskan kejadian sebenarnya kepada yoongi walaupun pria itu tak mempercayainya. Lea tidak apa-apa, mungkin ini sudah bagian dari takdirnya, lebih baik seperti ini. Toh nanti ia juga akan pergi meninggalkan korea. Setelah semua urusannya selesai, lea memang berniat untuk kembali ke Indonesia. Ia sudah sangat merindukan keluarganya dan juga negara tercintanya itu. Sulit memang menerima kenyataan yang diri kita sendiri saja ragu akan kebenarannya. Mungkin lea terlihat abu-abu di mata seorang min yoongi, ia sulit menebak isi hati dan pikiran gadis itu. namun di sisi lain lea juga terlihat seperti warna biru cerah penuh dengan kebahagian, sorot matanya selalu berbinar di depan banyak orang. Namun sebenarnya di balik semua itu tersimpan luka yang mendalam. Biru dan abu-abu hanya sebatas warna yang terlihat sekilas, di balik warna itu ada banyak cerita dan luka yang di derita.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN