Kedudukan Anak Yatim

1275 Kata

"Apa gak mau dipikirkan dulu?" Tatapan Pak Ismail jatuh pada mata anaknya yang kecewa. Seakan usaha mendapatkan Pierre seperti cara ia membeli boneka mainan agar Sarifah gembira. "Maaf. Tapi apa yang harus saya pikirkan. Pak Ismail dan Sarifah saja tidak tahu siapa saya." Karena Pierre bicara dengan lantang. Pak Ismail menunduk, seorang prajurit memang punya aura berbeda. Mereka tegas, mengutamakan fakta dan tidak suka basa-basi. Sesaat Pierre kembali melunak, tatapan teduh hadir di wajahnya. "Maksud saya, nikahkan anak anda dengan orang yang betul-betul anda kenal dengan baik. Pernikahan kan bukan untuk coba-coba." Pierre bahkan tidak menyangka ia bisa menasehati orang seperti ini. Sarifah terdengar sesenggukan. Ia jauh lebih sakit ketimbang ayahnya. "... dan kamu, maaf. Tapi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN