Zulaekah mengetuk pintu rumah Ayla tidak sabaran. Menurutnya, masalah ini harus ia bicarakan secara langsung karena sudah menyangkut masa depannya. Tok! tok! Tok! Ia mengetuk sangat kencang. "Mana sih orangnya?" Zulaekah meringis dengan dadanya naik turun. Betapa amarah sudah di ujung tanduk. Sementara Ayla berjalan tergesa, tadi ... ia sedang menyiapkan makan siang untuk anak-anaknya. "Siapa,ya?" Ayla bingung kenapa yang datang tidak memberikan salam dan terdengar emosi sekali, Ayla sudah membuka pintu. "Lho, Zulaekah?" Zulaekah tadi sudah berbalik badan jadi kembali menghadap Ayla. "Mbak. Apa yang Mbak lakukan ke Mas Samir!?" "Maksud kamu?" Alis mata Ayla menyerit. Ia sudah cukup sering dituduh dan rasanya ia mulai muak. Tingkah Zulaekah yang tidak tahu sopan santun semak

