Aroe menoleh ke arah Damon, air mata masih mengalir di pipinya, sepasang mata abu-abu Damon dan manik kecoklatan Aroe saling beradu dalam jarak yang sangat dekat. Keterkejutan dan ketakutan karena hampir ketahuan beradu di benaknya, membuat otaknya sesaat blank. Damon, melihat air mata Aroe, merasakan sakit yang aneh dan mendalam di hatinya. Rasa sakit karena menyaksikan kerapuhan yang tidak pernah ia duga dari pengawal kesayangannya. Sontak, tangan besar Damon terangkat, ibu jarinya yang hangat mengusap perlahan jejak air mata di pipi Aroe. Aroe terkesiap. Sentuhan itu membuatnya refleks memundurkan wajahnya dan menggeser tubuhnya menjauh dari sentuhan Damon. Itu adalah gerakan naluriah seorang pejuang yang tidak pernah mengizinkan kontak pribadi yang lembut dari siapa pun. Di se

