BAB 15

1154 Kata

“Bersenang-senanglah selagi kau bisa. Lakukan kemampuan terbaikmu untuk menjatuhkanku. Karena setelah aku bisa bebas dari sini, aku akan membalasmu dan orang-orang yang terlibat membantumu. Semuanya, tanpa terkecuali. Aku akan membuatmu menderita lebih daripada saat ini. Akan kupastikan itu!” Kalimat yang tadi diucapkan Riska masih terngiang di telinga Azzalyn. Kalimat yang diucapkan setengah berbisik saat Azzalyn hendak pulang, setelah memberi kesaksiannya. Riska yang dengan tangan diborgol, memandangnya dengan mata penuh kebencian dan dendam. Awalnya Azzalyn tak ambil pusing. Namun kini ia jadi memikirkan nasib orang-orang yang ada di sekitarnya. Apalagi tadi ia melihat Riska, Bu Narti dan Krisna Hadi yang terlihat serius berdiskusi dengan seseorang yang Azzalyn tebak sebagai pengaca

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN