Bel istirahat pertama baru saja berdering, Ify dan Via berjalan menuju kantin. Tak lupa Ify membawa roti yang di berikan Dario.
"Via, temenin nyari Dario yuk" ajak Ify, Via menaikkan alisnya tanda bertanya.
"Gue mau bilang makasih, dia kan udah nolongin terus udah ngasih ini juga." ujar Ify seraya mengangkat roti di tangannya
"Ya ampun Ify, dia kan yang udah nyebabin lo pingsan ya wajar lah dia nolongin lo."
"Tapi gue gak enak Via, temenin yuk"
"Fy, dia itu tanggung jawab artinya. Ngapain lo gaenak astagaa" ujar Via gemas
"Yaudah kalau gamau nganter, gue cari sendiri" Ify berjalan meninggalkan Via.
"Lah ngambeuk dia. Kelewat polos atau bego sih tuh anak." gerutu Via namun tetap menyusul Ify.
***
"DARIO" panggil Ify saat melihat Rio tengah merokok di taman belakang. Ify menghampirinya dengam senyum yang terpasang di wajah imutnya.
Rio mendongak menatap Ify dan mengerutkan keningnya.
"Makasih ya udah mau gendong gue ke UKS, pasti gue berat kan? Sorry banget yaa gue ngerepotin"
Rio menaikkan sebelah alisnya namun tetap mendengarkan Ify berbicara.
"Dan oh ya, makasih juga buat roti sama s**u nya. Ehehe" lanjut Ify yang di akhiri senyumannya.
Rio tersenyum geli melihat tingkah Ify yang menurutnya lucu. "Santai aja Fy, gue yang minta maaf karena gak sengaja ngelempar bola basket terus bikin lo pingsan"
Ify menganggukkan kepalanya antusian dan memasang mata yang berbinar. "Gapapa kok. Gue kan baik-baik aja."
"Hmm gue buka ya roti nya," lanjut Ify seraya membuka bungkusan roti.
"Lo ngerokok ?" tanya Ify saat melihat jari Rio yang tengah mengapit rokok.
"Eh sorry Fy," ujar Rio dan lansung menginjak rokok itu dengan sepatunya.
"Kok di buang ? Kan sayang rokok nya" tanya Ify dengan mulut yang penuh dengan roti.
"Ada elo, gue gamau. Perokok pasif lebih bahaya daripada perokok aktif"
Ify menganggukkan kepalanya, dan terus memakan rotinyam Rio terkeukeuh menatap Ify yang memang lucu di matanya.
"Emang gak takut di marahin guru ? Kan gak boleh ngerokok di sekolah"
"Udah biasa"
"Berhenti deh Yo, mending makan permen. Bentar, gue punya permen." ujarnya seraya merogoh sakunya menggunakan tangan kiri karena tangan kanannya memegang roti.
"Hmm pegangin dulu dong rotinya hehehe" lanjut Ify dan menyerahkan roti kepada Rio.
"Nah ini dia permen nya, gue suka emut permen sama coklat. Lebih manis daripada rokok, rokok kan keluar asep gitu pasti panas."
"Tapi jangan keseringan makan permen sama coklat juga soalnya bisa bikin gigi bolong, tapi kalau rokok kan bikin paru-paru bolong. Mending gigi bolong kan daripada paru-paru yang bolong hehe" cerocos Ify seraya menyerahkan 3butir permen.
Rio tersenyum geli, baru ini. Baru dia. Dan hanya dia. Ify. Perempuan pertama yang berani menghentikan aktifitas merokok Rio.
"Kok senyum ? Hmm ada yang aneh ya?" tanya Ify seraya menatap tubuhnya sendiri
"Gak ada. Lo lucu, yaudah thanks ya permennya" ujar Rio seraya tersenyum dan membuka bungkusan permen lalu memasukkannya ke dalam mulut.
Ify mengangguk semangat, "sama-sama. Nanti gue bawain yang banyak deh," ujar Ify dan kembali memakan rotinya yang tersisa.
Rio terkeukeuh, ingin rasanya ia mencubit Ify. Bahkan menjuwil hidung gadis di hadapannya, tapi Rio sadar mereka baru saja kenal. Sebenenya Rio maupun Ify pernah bertemu, tetapi mereka tidak pernah bertegur sapa.
"Gila, seorang Dario senyum ? Seorrang Dario ngomong panjang lebar? Waw, kayanya bener nih dugaan gue" ujar Via yang menginip di balik tembok yang berada di belakang Rio dan Ify
****
"Assalamualaikum" Ify memasuki rumah nya dan langsung duduk bersender di sofa.
"Waalaikumsalam, Sayang gimana sekolah nya ?" tanya Geralda -Mamah Ify-
"Eh Mamah, rame kok Mah." Ify menghampiri sang mamah dan mencium tangan juga pipinya.
"Tapi tdi Ify pingsam di sekolah Mah, gara-gara bola basket. Kepala Ify puyeng" ceritanua kepada Geralda
"Pingsan sayang? Mana coba kepala kamu, Mamah mau liat" ujar Geralda khawatir
"Ih mamah. Ify gapapa kok, udah baikan. Yaudah Ify ke kamar dulu ya, cape hehe" pamit Ify dan mencium pipi Geralda.
"Yaudah mandi terus makan ya sayang"
"Oke" ify berjalan menaiki tangga menuju kamarnya untuk beristirahat.
****
Selesai bersih-bersih Ify membaringkan tubuh nya dan mengambil handphone nya di atas nakas.
Ify membuka grup sekolahnya yang selalu rame, karena Ify anak IPS jadi Ify tergabung dalam Grup IPS Cakrawala di Line. Yang isinua anak anak IPS di sekolahan Ify.
Ify melihat ada 999+ chat grup, ia membukanya tapi tidak menscroll. Bayangkan saja kalau ia harus menscroll.
Irfan
Weeii anak PH ngajakin perang
Aldi
Sialan, nyari masalah tuh orang. Rio, gimana ? Habisin aja udah
Ify mengerutkan keningnya bingung
Angel
Tawuran mulu kerjaan lo pada
Aldi
Bacot Ngel, ntar gue enaena lo. Tenang aja jatah lo kebagian kok.
Angel
Anjing
Dario
Berisik, yok dah besok sore aja.
Ify
Enaena apa ? Hmmm Dario besok mau kemana emang ?
Via
Aduh Fy ngapain lo nongol sih, lo mending sider ini bahaya buat lo.
Raka
Enaena itu bikin dede bayi. Lo mau coba sama gue Fy ?
Ify
Hah? Bikin dede bayi kan harusnya sama mamah papah. Emang kamu bisa caranya?
Via
Heh lo semua, jangan ngajarin Ify yang engga-engga. Udah Fy lo sider aja
Ify
Via enaena apa? kok bikin dede bayi?
Irfan
Bct nih si Ify, udah ntar enaena sama gue. Yo kita serang besok sore ya tuh anak PH
Ify
serang? kok di serang? Kalian mau berantem?
Dario
Jangan ngomongin disini, dan awas lo semua ngomongin yang engga-engga sama Ify.
Jangan di pikirin Fy, bukan apa-apa kok.
Ify semakin bingung dengan isi chatt di grup, ia meletakkan handphone nya di atas nakas. Namun pemberitahuan kembali datang
Dario
Apapun yang di omongin di grup jangan kamu fikirin. Enaena itu gak bener,dan besok sore gue mau tawuran. Lo harus pulang sekolah lebih awal.
Ternyata Dario yang mengirim pesan line, Ify membalasnya dengan satu kata 'OKE' karena Ify tidak mengerti maksud dari Rio.
"Besok gue tanya sama Via aja deh"
Ify beranjak dari kamar nya menuju meja makan, karena cacinh cacing di perut telah memanggil nya.
*****
Vote komen jangan lupa yaaa