"Tak Ada Kata Terlambat"

1093 Kata

Luka sayatan di tangan Via pun berdarah-darah. Liquid berwarna merah maroon itu menetes-netes ke lantai, berbau anyir dan terlihat kental. Via yang membuat sayatan di tangannya sama sekali tidak merintih kesakitan. Dia hanya memandangi luka itu dengan pikiran yang kosong. Jika orang normal lain pasti sudah teriak histeris kesakitan bahkan jika luka hanya sedikit saja. Pria yang baru saja datang itu pun panik, dia segera merobek kain sprei untuk mengikat luka di tangan Via. Luka sayatan itu tidak boleh terbuka apalagi terus mengeluarkan darah. Potongan kain sprei dia gunakan untuk menekan dan menghentikan darah dengan cara mengikatnya kuat pada pergelangan tangan Via. “Bertahanlah, Via!” ujarnya sambil menggendong Via yang kini tidak sadarkan diri. Yang bahaya saat ini adalah jika urat na

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN