Suasana ruang utama rumah besar keluarga William yang semula tenang dan penuh senyum seketika berubah riuh. Musik lembut yang tadi mengalun perlahan kini seperti kehilangan nadanya saat Valiant berdiri di depan semua tamu, wajahnya menegang, matanya menyapu meja, lantai, bahkan tangannya sendiri dengan gelisah. Rosalinda yang berdiri di sebelahnya tampak bingung, memegangi gaun putih lembut yang ia kenakan dengan gugup. “Cincinnya… hilang.” suara Valiant pelan namun cukup untuk membuat seluruh ruangan membeku. Semua kepala menoleh, para tamu berbisik-bisik, beberapa bahkan beranjak dari kursi untuk melihat lebih dekat. Nancy yang sejak awal duduk dengan d**a berdebar langsung bangkit, wajahnya pucat. Vincent di sebelahnya spontan berdiri, menatap putranya dengan sorot tak percaya. “Valia

