Rosalinda menatap dua sosok yang berdiri di depan tempat tidurnya sambil mengucek mata dengan lesu. Nayla tampak semangat sekali, mengenakan piyama bergambar kelinci, sementara Vivienne sudah rapi dengan pakaian rumah yang wangi dan rambut disanggul santai. Gadis itu menguap lagi, setengah sadar, dan menatap mereka dengan pandangan yang jelas-jelas menunjukkan kalau dia belum siap menerima gangguan sekonyong-konyong di jam seperti ini. “Subuh-subuh banget, kalian mau apa sebenarnya?” tanya Rosalinda serak, suaranya masih parau karena baru bangun tidur. Ia menarik selimut menutupi tubuhnya sampai ke d**a, mencoba menghangatkan diri dari udara pagi yang dingin. Nayla tertawa pelan. “Kami cuma mau ngajak Kak Rosa jalan pagi,” katanya polos. “Mama bilang olahraga pagi bagus buat bumil.” “Bu

