Bab 270

2374 Kata

Valiant membawa Rosalinda menyusuri jalan kompleks elit itu dengan mobil hitamnya yang berkilau di bawah sinar sore. Cuaca Jakarta hari itu cerah, langitnya membentang biru pucat tanpa awan sedikit pun. Rosalinda duduk di samping suaminya dengan wajah antusias yang tak bisa disembunyikan. Ia tahu Valiant sudah menyiapkan sesuatu, tapi belum tahu persis kejutan apa yang akan diberikan. “Sebentar lagi,” ucap Valiant sambil melirik ke arahnya. Nada suaranya tenang namun penuh rahasia. Rosalinda hanya bisa tersenyum dan menggenggam tangan Valiant erat. Perjalanan mereka melewati deretan rumah-rumah megah yang berjajar rapi di kanan kiri jalan. Semua tampak seperti karya seni arsitektur, dengan taman yang terawat dan air mancur di halaman. Namun di ujung kompleks, di balik gerbang besi tinggi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN