Valiant melangkah masuk ke dalam rumah besar itu dengan langkah berat, pikirannya masih terbayang pada keributan pagi tadi. Semua suara teriakan ULLY, semua tatapan karyawan, semua bisikan yang beredar di koridor kantor—semuanya menempel di benaknya seperti bayangan kelam yang enggan pergi. Namun begitu pintu kayu besar itu tertutup di belakangnya, aroma lembut dari bunga lili yang selalu dipasang di vas besar ruang tamu mulai menenangkan sedikit kekacauan di dadanya. Rumah itu sepi, tenang, dengan cahaya lampu kekuningan yang hangat. Dan di tengah ruang tamu, Rosalinda berdiri menunggunya. Wanita itu mengenakan gaun berwarna biru muda yang jatuh lembut di tubuhnya, rambut hitamnya terurai rapi di bahu, dan senyum hangat menghiasi wajahnya saat melihat Valiant pulang. Rosalinda memang se

