Langit Swiss pagi itu begitu cerah, membentang biru tanpa awan. Udara dingin pegunungan mengusap lembut kulit, sementara suara burung-burung yang terbang rendah terdengar bersahutan dari kejauhan. Salju yang semula menutupi tanah kini perlahan mencair, menyingkap hamparan kebun buah luas milik penduduk setempat yang baru saja memasuki musim panen awal. Pohon-pohon apel, pir, dan anggur menjulang rapi sejauh mata memandang, menyajikan pemandangan yang begitu indah dan menenangkan. Valiant menggenggam tangan Rosalinda, menuntunnya menuruni jalan setapak yang dipenuhi dedaunan kering. Di tangannya, Rosalinda membawa keranjang rotan kecil yang sudah disiapkan petani di sana untuk pengunjung yang datang. Wajahnya tampak cerah, matanya berkilau memantulkan cahaya pagi. Ia tampak jauh berbeda da

