Nancy menatap layar ponselnya dengan wajah memucat, sementara Vincent yang duduk di sebelahnya di ruang keluarga langsung meraih ponsel itu begitu melihat ekspresi istrinya berubah tegang. Suara napas Nancy mulai terdengar berat, menahan amarah yang mendidih. “Ullly lagi,” desis Nancy, suaranya gemetar karena marah. “Dia benar-benar tidak tahu malu! Sudah dipenjara, masih berani mengancam calon menantuku! Aku tidak akan biarkan ini, Vincent! Aku tidak akan biarkan perempuan itu menghancurkan kebahagiaan anak kita lagi!” Vincent menatap layar ponsel itu, membaca pesan yang dikirim oleh salah satu staf keamanan rumah mereka — laporan foto dari kamera pengawas. Terlihat sosok ully berdiri tak jauh dari pagar rumah Rosalinda, menatap tajam ke arah dalam, seperti sedang menunggu seseorang kel

