“Entahlah, aku belum lapar.” “Kalau begitu jangan makan nasi kak, bagaimana kalau makan kue saja? Nanti aku ambilkan.” Estu mengangguk kecil. “Bolehlah.” “Oke, kakak tunggu sini ya, aku ambilkan dulu. Tadi aku sudah coba kalau roti yang ada di sana enak.” Tanpa menunggu jawaban Estu, Intan beranjak dari duduknya. Dia melangkah menuju prasmanan yang tadi sudah dia sambangi. Dia mengambil beberapa jenis kue yang menurutnya enak ke dalam piring kertas. Lalu, dia membawanya ke meja tempat Estu menunggu. “Ini, kak. Aku ambilkan special untuk kakak,” ucap Intan sembari menaruh piring kertas berisi aneka kue ke hadapan Estu. Estu tertegun sebentar memandangi aneka kue yang ada di atas piring kertas di hadapannya sebelum akhirnya mengambil kue itu dengan garpu dan dimasukkan ke mulutnya. Es

