Ke Pesta Pernikahan

1425 Kata

Gita yang semula membeku, terhenyak. Dia lalu mendorong d**a Estu yang keras. Sayang, tidak tersingkir sedikitpun. “Es, bisa… menyingkir tidak?” Estu menatap Gita lebih tajam. “Aku akan menyingkir jika kamu sudah menjawab pertanyaanku barusan.” Gita terdiam. Dia harus menjawab apa? “Ee… bagaimana ya? Jika aku tidak memberi kesempatan, aku tidak punya hak untuk itu. Apalagi kamu adalah suamiku, Es. Jadi, aku memberi kesempatan untuk kamu bersaing dengan Bobby.” “Baguslah. Dengan kamu memberi kesempatan kepadaku untuk mengambil hatimu, itu artinya kamu juga harus membuka pintu hati untukku. Jangan pernah kamu tutup hanya karena sudah ada Bobby di hatimu. Berikan sebagian tempat itu kepadaku.” Walaupun ragu, Gita mengangguk. “Baiklah.” Mendengar jawaban Gita, Estu menegakkan tubuhnya s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN