Lima belas menit kemudian, Estu keluar dari kamar mandi sudah dengan memakai sebuah kaos dan celana pendek. Tubuhnya sudah harum dan bersih. Estu memutuskan untuk mandi meskipun sebelum berangkat ke pesta dia sudah mandi. Entahnya, perdebatan alotnya dengan Gita membuatnya merasa gerah. Mandi dapat meredam pikiran dan emosi. Sekilas dia melihat Gita masih duduk di tempatnya semula di tepi tempat tidur. Istrinya itu tampak termenung dengan wajahnya yang muram. Jelas sekali Gita masih marah. "Sudah sholat isya, Git? Kita tadi pergi sesudah Maghrib bukan?“ ucap Estu sembari memakai sarungnya. Gita merespon dengan melirik Estu. "Sholat saja sendiri." "Iya, aku sholat sendiri. Tapi kamu juga harus sholat. Ingat sholat itu perkara yang wajib. Tidak melaksanakannya akan berdosa." Selesai me

