Ting! Dentingan suara nyaring pintu lift itu mulai terdengar bersamaan dengan terbukanya pintu lift. Sepi dan hening. Itulah yang menggambarkan suasana lorong lantai sebelas. Hal itu tidak membuat Vanya terganggu, karena bagi Vanya suasana sepi dan hening adalah suasana favoritnya. Vanya mulai melangkah keluar dari dalam lift seraya menyeret kopernya. Perlahan Vanya berjalan menyusuri lorong lantai sebelas itu seraya mencari nomor kamar miliknya. Hanya membutuhkan waktu sekitar tiga menit saja, Vanya telah menemukan kamarnya. Tangan Vanya mulai terulur untuk menempelkan kartu akses kamarnya di pintu itu. Ceklek! Pintu kamar Vanya berhasil terbuka lebar. Vanya mulai melangkah memasuki kamarnya lebih dalam. Tampak sebuah kasur king size, dapur mini dan toilet yang sangat rapi. Vanya

