12

508 Kata

"Lo masih ingat ternyata," balas Vanya seraya menatap lurus ke arah jalanan. "Gue selalu ingat apapun tentang lo Van, gue tau lo selama ini berusaha menutupi semua luka-luka lo kan?" tanya Dinda seraya melirik sekilas ke arah Vanya. "Lo benar Din, gue selama ini berusaha menutupi semua luka-luka yang gue terima. Baik itu luka yang sengaja Ayah gue torehkan, ataupun luka yang tidak sengaja Ayah gue berikan," balas Vanya seraya menghela nafasnya berat. "Luka itu hadir bukan karena Ayah lo Van, luka itu hadir karena memang Tuhan yang menghadirkannya," ucap Dinda. Vanya tertawa hambar. "Hahaha! Iya memang, kalau di lihat dari sudut pandang lo emang benar. Tetapi coba lo lihat dari sudut pandang gue, luka-luka itu memang dari Ayah. Gue gak tau, apa dia masih pantas gue panggil dengan sebuta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN