41

1823 Kata

"Baiklah, aku akan pergi dari sini. Tidak ada gunanya juga menjengukmu Alfa, aku pikir aku dapat bernegosiasi denganmu tentang hubungan kita yang telah berakhir. Ternyata aku mendapatkan kejutan besar, kamu lebih memilih dijodohkan dengan bocah tengil ini. Semoga keputusanmu benar, bukan hanya untuk menuruti kemauan orang tuamu saja," lanjut Amanda. "Pergi!" suara bentakan keras Alfa terdengar sangat menggema di ruangan ini. Suara bentakan yang belum pernah Vanya dengar sebelumnya. Vanya cukup terkesiap kaget, entah mengapa ada rasa ketakutan tersendiri di hati Vanya akan bentakan Alfa. Tanpa mengucapkan sepatah kata apapun, Amanda pun segera beranjak pergi meninggalkan ruangan itu. Sepeninggalnya Amanda, Rianty menghela napasnya lega. Dia kembali menatap Vanya yang hanya berdiam diri s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN