22

1516 Kata

Entah ada setan apa yang sedang menghasut Vanya, kini pikiran Vanya mulai berganti ke hal-hal yang negatif. Dengan cepat, Vanya pun menghilangkan pikiran negatif itu dengan menggelengkan kepalanya. "Kamu kenapa Vanya?" tanya Alfa seraya menatap Vanya yang masih setia menggelengkan kepalanya. Seketika Vanya berhenti menggelengkan kepalanya. Sorot mata Vanya yang tadi terpejam kini mulai terbuka menatap ke arah Alfa. "Enggak kenapa-kenapa kok Pak." "Jangan sesekali kamu mempunyai pemikiran kotor tentang saya, saya tidak akan melakukan hal b***t kepada murid saya," ucap Alfa seolah mengerti isi pikiran Vanya sendari tadi. Dengan spontan mata Vanya membulat sempurna. "Wah Bapak percaya diri banget sih, saya tadi cuma pusing sebentar Pak. Bukan memikirkan hal negatif tentang Bapak." "Saya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN