28

1668 Kata

Pelayan itu terkekeh. "Baiklah kalau begitu, oh iya semoga hubungan kalian langgeng hingga kalian tua nanti ya Nak." "Eh?" Vanya terkesiap kaget. Sementara itu Alfa hanya berdehem singkat untuk menetralkan detak jantungnya yang tiba-tiba saja berdetak tak karuan. "Kalau begitu tunggu dulu ya, saya buatkan pesanan kalian," ucap pelayan itu sambil tersenyum hangat lalu beranjak pergi dari hadapan Vanya dan Alfa. Kini suasana canggung kembali menyelimuti Alfa dan Vanya. Mereka masih sama-sama salah tingkah karena perkataan sepele pelayan tadi. Untuk menetralkan suasana canggung diantara mereka, Vanya lebih memilih untuk memainkan handphonenya sembari membalas chat dari Dinda. Begitu pula Alfa, dia lebih memilih untuk mendengarkan musik lewat earphonenya. Beberapa menit kemudian, pelayan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN