Terpaksa Nikah - 20

1130 Kata

Tut! Tut! Tut!... Bunyi alat penunjang kehidupan terus terdengar. Hana duduk di kursi di sebelah kanan Revan yang terbaring. Kabel-kabel dan selang dipasang di tubuh Revan. "Kak Revan bangun kak! Aku kangen hiks...hiks...hiks" ucap Hana sambil mencium punggung tangan Revan. "Kak Revan, Hana...Hana sayang kak Revan. Bangun kak!" Hana mengenggam tangan kanan Revan dengan kedua tangannya. "Kita baru satu kali kencan kak, kak Revan janji mau ajak aku lihat sunrise di gunung Bromo. Bangun kak, ayo kita ke Bromo! Kak... hiks... hiks..hiks..." Hana menciumi tangan Revan. "Hana... pengen kencan sama kakak berkali-kali. Hana... Hana janji jadi istri yang baik, nggak marah-marah sama kak Revan lagi... Hana janji walau kak Revan tawuran Hana nggak marah lagi tapi kakak bangun ya, bangun ya...ple

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN