Terpaksa Nikah - 17

910 Kata

"Bun, Hana mana? Kok nggak ada di kamar?" Revan bertanya pada bunda sepulang dari kedai tengah malam. "Hana? Bukannya pulang bareng kamu?" Bunda mengucek matanya seraya berdiri di depan kamar. "Tadi udah Ian anter sampe depan rumah jam 9 tadi" "Hana nggak ada masuk ke rumah, jam segitu bunda lagi nyiapin bahan bikin kue tadi. Coba kamu telpon" Revan melakukan panggilan telpon berkali-kali ke handphone Hana namun tidak ada nada sambung. "Hapenya kayaknya mati bun, gimana nih?" Rasa khawatir mulai merayapi benak Revan. "Tadi bener kamu anter sampe depan rumah?" "Bener bun, di kedai lagi rame banget Hana minta pulang jadi Ian anter terus balik ke kedai." "Kenapa Hana minta pulang?" "Katanya ada PR belum dikerjain, tadi keliatan gelisah banget" "Coba bunda telpon ke rumah orang tuany

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN