"Mau kemana?" Laksmi menyorot penampilan putri bungsunya yang tampak rapi. Di hari minggu, dan penunjuk waktu yang tergantung di dinding masih menunjukan pukul sepuluh pagi. Mengelus belakang lehernya kikuk, Calya tak segera menjawab. Gadis itu berusaha mencangkul alasan yang tepat agar bisa mendapat lampu hijau dari sang mama. "Jadi?" Bersedekap tangan dengan satu alis mata terangkat. Laksmi masih menuntut jawaban yang belum diberikan Calya. "Hm, itu Ma, aku cuma," "Cuma apa?" Beo Laksmi yang tak melepaskan konfrontasinya. Mengigit bibir bawahnya resah, Calya menatap gamang, "main ke rumah teman." Uh, itu alasan yang paling masuk akal. Calya tak bisa mengatakan yang sejujurnya. Dia tak mau gagal keluar rumah karena tak mendapat izin. Sekalipun sudah dewasa. Tapi Calya masih harus m

