Rena rasa, rahangnya bisa keram, jika terus merekahkan senyuman. Tapi mau bagaimana lagi? Dia tak bisa menahan hal teesenbut. Saat penglihatannha disuguhi berbagai barang mahal dengan merek ternama. "Suka yang itu?" Suara yang tiba-tiba tertangkap pendengaran dari arah belakangnya. Berhasil membuat Rena berjengit. "Eh, Mas Arya. Sudah selesai?" "Menunggu lama?" Rena memberi gelengan kepala. "Tadi toiletnya cukup penuh." Lapor Arya atas keterlambatannya. "Tidak masalah." "Kamu suka tas itu?" Arya melempar tanya sembari mengedikan dagu kearah sebuah tas yang sejak tadi diperhatikan Rena. Berdeham pelan, wanita menyelipkan anak rambut ke belakang telinga sembari memasang wajah gamang. "Kalau ditanya suka? Aku rasa, semua wanita pasti akan jatuh cinta saat melihatnya." Mendesh dengan

