12.

1034 Kata

Suara langkah kaki terdengar bersahutan. Naira terlihat berlari di sepanjang koridor rumah sakit untuk menuju keruang rawat Nindya. Naira yang baru saja mendapatkan telepon dari Zaki, langsung berlari ke ruang Nindya. " Apa yang terjadi sama Nindya Ki? " Naira bertanya dengan nafas yang tidak beraturan. Namun melihat reaksi wajah Zaki membuat Naira semakin khawatir. " Apa yang terjadi sebenarnya Ki?" tanya Naira lagi. " Nindya... Nindya kembali kritis." Deg... Mata Naira memanas. Bahkan pandangannya sudah terlihat buram karena air mata yang menumpuk di pelupuk matanya. Sibuk berkutat dengan pikirannya masing-masing, dokter yang menangani Nindya pun datang menghampiri mereka. Refleks Zaki dan Nindya langsung mendekati dokter tersebut. " Bagaimana keadaan Nindya dok?" tanya Zaki.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN