BAB 44

1183 Kata

Ansel dikuasai kekecewaan. Sampai dia pun berbuat tega mencabut beasiswa yang dia berikan untuk Naya. Padahal, sedikit lagi Naya sudah pasti ahli, sebab memang gadis itu sangat tekun dan bersemangat. “Mohon maaf. Tapi beasiswa untuk kamu diberhentikan sebab kemarin kamu pulang dari acara nikahan sebelum acara itu benar-benar selesai.” Pak Puri sebagai ketua yayasan memanggil Naya ke ruangannya dan mengucapkan sebuah alasan yang tak bisa masuk sama sekali di akal sehatnya. “Tapi, Pak. Bukankah memang tugas saya selesai begitu saya sudah tampil dan bermain piano di sana?” Naya tak terima beasiswa miliknya dicabut begitu saja. Iyalah, menurutnya itu alasan ter-absurd yang dia dengar. Dan itu keluar dari mulut ketua yayasan yang amat Naya segani sebab memang sudah berusia lanjut. Ah, baga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN