~POV Author~ Lelaki yang tak lain adalah Bian itu berdiri menunggu di depan pintu rumah Intan, dia menanti pemilik rumah membukanya. Untungnya, dia pernah ke rumah Intan sebelumnya, ketika itu Naya meminta diantar ke rumah Intan, Jadi sekarang, dia tidak perlu lagi mencari alamat rumah Intan. Pintu terbuka setelah tiga kali dia mengetuknya. Namun Intan masih belum siap untuk bertemu apalagi bicara dengan Bian sekarang, jadi begitu dia membuka pintu, dia buru-buru menutupnya lagi namun segera ditahan Oleh Bian. “Plis ... Gue butuh ngomong sama Lo,” ucap Bian menahan badan pintu agar tidak tertutup. Jujur, Bian Sangat merasa bersalah. Sedangkan Intan, perempuan itu belum juga bisa menghilangkan rasa malu yang membuat dia harus selalu bersembunyi dari lelaki bernama Bian ini. “Sorry, Bi

