Di dapur Hawa ingin membuat teh dan tak sengaja bertemu dengan ibunya. Hawa yang takut kalau sampai ibunya melihat luka yang ada di tangannya menyembunyikan sebelah tangannya di belakang. "Mama, aku merindukanmu." Hawa mencium pipi Bu Leni. "Baru saja tadi tidak ketemu kamu sudah merindukan Mama. Kenapa kamu cepat sekali pulang, Nak?" Bu Leni hanya bisa pura-pura tidak tahu apa yang ia lihat tadi saat Hawa dan Hana mengobrol perihal kekejaman Adam. "Tidak apa-apa. Kata Adam aku bisa pulang cepat untuk istirahat hari ini." senyum cantik wanita itu berikan pada ibunya. Tanpa sengaja Hawa menyentuh pipi Bu Leni dan membuat wanita itu heran dengan tangan yang di perban. "Tangan kamu kenapa Hawa? Ini kok di perban. Kamu baru sehari saja bekerja, sudah mendapatkan luka seperti ini. Mama tida

