[29] Sebuah Memori

1470 Kata

Perlahan Bisma melepas pagutan bibirnya dengan Bunga lalu menatap wajah Bunga yang berada di bawahnya. Bisma terdiam menatap wajah Bunga yang menikmati sentuhannya. Tangan Bunga kembali merangkul leher Bisma lalu menariknya agar kembali menciumnya. Grep ! Seketika Bisma menahan tubuhnya agar tak mendekat pada Bunga. Bunga tentu saja kebingungan mengapa Bisma tiba - tiba berhenti. "Ada apa?" tanya Bunga. Bisma terdiam dan tidak menjawab. Bisma justru menggigit bibirnya dan menatap Bunga yang berada di bawahnya. "Jika kau ingin melakukannya sekarang. Lakukanlah. Lagi pula kita akan segera menikah bulan depan," ujar Bunga. Kata - kata menikah kembali masuk ke dalam telinga Bisma, dan entah mengapa membuatnya semakin enggan melangkahkan kakinya ke sana. Bisma menarik tubuhnya kembali dan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN