Kanada, pukul 09.00 Megan membuka toko dan mengeluarkan bunga juga keranjang yang baru tiba, dan memajangnya didepan toko, ia terlihat baik-baik saja, ia tersenyum dan mencium aroma bunga yang menyegarkan, meski dalam hatinya tersimpan luka dan kerinduan yang mendalam. Andai saja 2 tahun yang lalu ia tak di larang oleh ibunya, ia pasti akan sangat bahagia sampai saat ini. Namun, kata ibunya memang benar, buat apa bahagia di atas penderitaan wanita lain. Semenjak kepergiannya dua tahun lalu, ia tak lagi pernah melihat Mark, hanya ada ratusan pesan yang mewakili perasaan Mark setiap hari. Ada air mata yang disembunyikan Megan selama ini, didepan ibunya ia terlihat bahagia, namun di dalam hatinya ada rindu ingin bertemu. Megan lalu masuk ke dalam toko, dan menyalakan laptopnya. Ada pesana

