Tolak Tamu

1498 Kata

"Ayo... Kita akan bertemu mantu serta calon cucu." Menggema saja ucapan Jessy yang hanya di tanggapi gelengan kepala oleh Gary. "Jaga sikap, ini di rumah sakit." tegur lelaki paruh baya itu. Jessy melenggang pergi tanpa menghiraukan teguran itu. Dengan kedua tangan yang sibuk membawa barang oleh-oleh untuk sang menantu dan juga calon cucu. "Biarkan saja." Lagi-lagi Gary geleng-geleng kepala sambil tersenyum tipis. Melarang Jessy bukanlah tindakan yang tepat, sebab semakin di larang semakin maju saja. "Kenapa tidak ada yang menjemput kita, Gary?" "Sesuai permintaanmu. Katanya mau kejutan, bukan?!" Mata Jessy berbinar, ia mengangguk cepat mendengar kalimat itu. Memang pada awalnya ia ingin memberi kejutan pada menantu kesayangan, sampai lupa saja karena terbiasa dengan sikap sang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN