Buka lapak

1396 Kata

Leo sudah tak tahan lagi dengan drama mereka yang mempermainkan nyawa seseorang. Disinilah dia, memencet bel rumah sahabat begitu tak sabaran. "Gue butuh bantuan lo...!" ujarnya. Irfan yang baru saja membuka pintu untuknya harus tersentak mundur akibat dorongan dari Leo. "Bro, bro... Tenang dulu, tenang." ujar Irfan merengkuh kedua pundak Leo, nampak menggumam sendiri dengan penampilannya yang kacau. Itu cukup membuat Irfan heran. "Lo kenapa?" tanyanya setelah melihat Leo sudah sedikit tenang. "Gue pengen lo, ajak istri lo ikut gue." "When?" "Sekarang...!" Irfan terhenyak, ia sontak melihat jam tangannya yang sudah menunjukan pukul sembilan malam. "Tunggu, biar gue suruh bi Ijah nemenin Rafa dulu." Leo mengangguk, ia berjalan mondar mandir di depan pintu rumah Irfan karena pera

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN