Meminang

1515 Kata

Ilham turun membukakan pintu mobil. Masih dengan wajah penuh kekaguman pada apa yang dilihatnya, Delina berjalan mengikuti Ilham di sampingnya. Terlihat ada seorang bapak-bapak, sedang memangkas tanaman hias yang daun-daunnya mulai tampak tumbuh tak beraturan, ia menyapa Ilham, melambaikan tangan dan dibalas dengan lambaian tangan. Kemudian menyimpan perkakas kebunnya dan berlari ke arah mereka. “Itu Mang Mamat, asisten kami,” kata Ilham pada Delina. “Oh, kirain Bapak A Ilham,” respon Delina. Ilham tertawa. “Bukan, tapi mereka kayaknya emang sepantaran,” jawab Ilham lagi, namun tiba-tiba berhenti karena Mang Mamat sudah berdiri di hadapan mereka. “Gan, sudah pulang?” tanya Mang Mamat sopan, ia melirik ke arah Delina lalu tersenyum, Delina membalas dengan anggukan kepala. “Yang lain u

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN