Aina mendengus sambil menyunggingkan sudut bibirnya. “Ternyata selain pandai mencari keuntungan, kau juga pandai menyerang rupanya.” “Tentu! Itu sebabnya aku jadi pebisnis sukses.” Andra membanggakan diri. “Sombong sekali!” desis Aina. “Ya sudah, mulai sekarang jika kau berani menciumku, aku akan meminta bayaran tujuh puluh lima ribu untuk satu ciuman, bagaimana?" “Baiklah, kalau begitu aku akan membayar tujuh ratus lima puluh ribu untuk satu jam!" tantang Andra. “Apa kau akan menciumku sepuluh kali dalam satu jam?” “Hmm. Dan tiap satu ciuman, aku akan menciummu selama lima menit. Aku akan menciummu setiap enam menit. Jadi, kau hanya memiliki waktu satu menit untuk bernafas," ucap Andra semangat, sambil mengambil selembar kertas yang dikeluarkan sebuah mesin otomatis yang disediakan p

