BAB 25

1824 Kata

BAB 25 Perjalanan menuju rumah utama terdengar riuh oleh celotehan Naima. Dia berada dalam pangkuan Mita yang duduk di kursi belakang, bersama Celia. Sementara itu, Nuria duduk di kursi depan. Beberapa kali bayi gembil itu meronta ingin ke depan, tetapi Mita mengalihkan perhatiannya. Seolah Naima adalah hal yang haram untuk dipegang oleh Nuria. “Mamamama ….” Naima meronta. Namun, lagi-lagi, Mita mengalihkan perhatiannya. “Ima mau mamam, Sayang? Sebentar Bunda buatin dulu, ya.” “Nonono! Mamamama ….” Sepertinya, Naima sudah mengerti jika diajak bicara. Dia menggeleng seraya menyebutkan kata yang biasa diucapkan Anggita, ketika perempuan itu tak menyetujuinya melakukan sesuatu, yaitu ‘no’. “Mbak Mita, kasih Naima ke sini. Sepertinya dia sudah tahu kalau saya ini adalah mamanya.” Nuria m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN