BAB 31

1656 Kata

BAB 31 Juragan Arga mengalihkan fokus dari layar kaca yang ada di depannya. Ia menoleh pada Nuria yang mematung tak jauh darinya. “Duduk, sini.” Bukannya menjawab, lelaki itu justru menepuk ruang kosong pada sofa yang didudukinya. “A-apa benar yang aku bilang tadi, Bang?” Nuria mendekat, menurut untuk duduk pada sofa tersebut. Juragan Arga melingkarkan tangan pada pinggang sang istri. Tubuh mungil itu sudah terbenam pada rengkuhan tangan kekar sang Juragan. Dibiarkannya beberapa saat, hingga gelayar hangat mengaliri darah. Lalu, dia memangkas jarak dan menghadiahi beberapa kecupan singkat pada wajah sang istri yang tampak memerah. Satu kecupan singkat pada bibir Nuria pun mengakhiri semuanya. “Ke kamar, yuk? Abang akan cerita di sana.” Nuria bengong ketika lelaki itu bangkit dan mena

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN