BAB 62

1351 Kata

BAB 62 “Iya, Non, buat nambah-nambah uang jajan aja.” Lelaki berkulit sedikit lebih gelap itu mengulum senyum—yang bagi Celia tampak sangat manis. “Kenapa harus jualan cendol, sih? Lo gak risi, apa? Secara, lo itu anak kuliahan. ITB, kampus bergengsi! Eh, malah jualan cendol. Lo matiin nama kampus!” Celia menatap gerobak cendol yang terparkir tak jauh dari mereka. Senyum pada bibir Abimanyu masih bertahan. Jemarinya menyugar rambut yang tampak lepek itu ke belakang. Lalu, dia berjalan menuju gerobak cendolnya. Celia hanya memperhatikan dengan saksama ketika tangan Abimanyu begitu cekatan meracik satu gelas es cendol. Gelas plastik itu diambil, lalu Abimanyu menuangkan cendol yang ditambah santan cair dan gula merah yang sudah direbus dengan daun pandan. “Memamg masalahnya apa, ya, Non

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN