Chapter 42

1756 Kata

Rangga terus mengipasi wajahnya yang terasa panas bersamaan dengan lidahnya yang merasakan pedas yang luar biasa. Namun, seolah tak pernah kapok, tangannya masih tetap mengambil potongan buah dan mencocolkannya ke dalam sambal petis buatan Angel. “Gila ...! Ini pedas banget sambalnya,” ucapnya dengan napas yang terus mengeluarkan napas pendek, lidahnya sekali-kali menjulur kepanasan. Angel tertawa sambil terus menikmati rujak petisnya. Dia emang termasuk orang yang kuat dengan rasa pedas, makanya dia masih baik-baik saja ketika seluruh wajah Rangga sudah memerah karena pedas. “Sudahlah, Ga! Jangan terus dimakan! Aku takut entar perut kamu sakit.” Rangga tak bisa berkata karena lidahnya sudah benar-benar terasa terbakar. Dia memanggil wanita paruh baya yang sedang memasak di dapur, memint

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN