Sudah hampir satu bulan Kinara di Sidney dan ia sama sekali belum berniat beraktivitas apa pun, ia merasa bersalah dan teramat patah patah hati karena hubungannya dengan Ale harus berakhir karena kesalahannya, dan lagi-lagi kesalahan seperti 5 tahun yang lalu, sekarang yang bisa Kinara lakukan adalah menyesalinya walaupun ia tahu seberapa pun menyesalinya tidak akan mengubah apa pun. Kinara lebih sering di kamar, murung, dan keluar kamar karena makan, itupun jarang, ia lebih sering tidak makan dengan alasan tidak lapar. Orang tuanya yang melihat keadaan Kinara seperti ini merasa kasihan, terutama Marsha, ia tidak mau terjadi apa-apa kepada anak semata wayangnya itu, tetapi mereka juga tidak bisa berbuat apa-apa, mereka tidak mungkin memaksa Ale agar membawa Kinara masuk ke dalam kehidupann

