Sebuah tamparan keras melayang di pipi Kinara, ia benar-benar kecewa ketika anaknya hamil di luar nikah, padahal ia menaruh harapan besar agar Kinara sekolah tinggi dan menggantikan posisinya kelak, sekarang apa? Ia hamil di luar nikah, dan harus mengurus anak yang tidak memiliki ayah di usia yang sangat muda, kekecewaan Aga saat ini tidakbisa digambarkan denga napa pun, hatinya hancur berkeping-keping, sedangkan Kinara dan Marsha hanya diam, mereka tidak tahu harus berbicara apa karena Aga berhak marah atas Tindakan putrinya, tidak ada sau orang tua pun yang akan baik-baik saja mengetahui kalau anaknya hamil di luar nikah, ini benar-benar aib yang sangat memalukan. “KINARA!” Aga mengatakan dengan suara yang keras dan tegas. “Selama ini papa dan mama didik kamu, sekolahin kamu, apa pernah

