Bab 77

1972 Kata

Celia masih terbaring di atas brangkar, tetapi untung saja keadaannya lumayan membaik, kalau saja telat sedikit melakukan transfusi darah mungkin nyawa Celia tidak tertolong, gadis kecil yang bernama panjang Celia Adeeva, atau yang akrab disapa Acel itu anak yang manis dan selalu saja tersenyum, kini harus terbaring dengan badan penuh luka. Angga menatap Celia dengan sendu dan juga senang, ia tidak menyangka kalau gadis kecil yang biasa memanggilnya om ini adalah adalah anak kandungnya, hasil hubungan terlarangnya Angga bersama Laura 10 tahun lalu, selama ini Angga berpikir bahwa Celia adalah anak Bian dengan Laura, tetapi justru anak kandungnya sendiri, semoga setelah ini hubungannya dengan Laura segera halal di mata hokum dan agama, Celia membutuhkan orang tua yang lengkap, lagipula Angg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN